Setidaknya dua indikator di atas yang memperlihatkan betapa solidnya tren beli saham Facebook.

Di tengah skandal penjualan data yang hingga kini masih belum usai, gerak harga saham perusahaan sosial media terpopuler dunia, Facebook ternyata masih mampu berbalik menuju pemulihan. Setelah mencapai titik tertingginya di kisaran $218 per lembarnya pada pertengahan tahun lalu, skandal Cambridge Analytica kemudian menghantarkan saham Facebook menuruni tangga koreksi dalam waktu cukup panjang  hingga mencapai titik termurahnya pada pekan terakhir tahun lalu.

Setelahnya, gerak harga saham Facebook terlihat mulai berbalik pulih dengan membukuklan kenaikan secara konsisten hingga sesi perdagangan terakhir yang ditutup pagi dinihari tadi waktu Indonesia Barat.  Untuk menggali lebih dalam pergerakan saham Facebook, berikut kembali disajikan grafik harian terkini, di mana harga Facebook tercatat ditutup di kisaran $173,37 per lembarnya.

Gerak balik naik saham Facebook terlihat dimulai pada sesi pekan terakhir tahun lalu. Akibat gerak naik yang konsisten, tren beli  jangka menengah kemudian terbentuk pada pertengahan Januari lalu yang sekaligus memanfaatkan momentum sentimen perundingan dagang AS-China yang berlangsung kondusif. Usai terbentuknya tren penguatan jangka menengah tersebut, gerak harga saham Facebook terus melanjutkan gerak naik  sangat signifikan.

Pada pekan terakhir Februari lalu, tren penguatan jangak menengah saham Facebook tercatat te;ah berakhir dan memasuki fase ketiadaan tren. Namun pada sesi perdagangan awal pekan ini, gerak harga saham Facebook kembali melonjak tajam hingga membentuk tren beli dengan cukup solid dan berlaku sampai saat sekarang.  Serangkaian pola gerak demikian sesungguhnya menyiratkan daya beli yang masih cukup kuat pada saham Facebook.

Sekalipun sentimen dari penyelidikan yang sedang digelar otoritas AS terkini menunjukkan cukup seriusnya pelanggaran hukum yang dilakukan Facebook, tren beli saham Facebook kali ini terlihat sangat solid untuk  menapak kenaikan lebih lanjut. Setidaknya dua indikator di atas yang memperlihatkan betapa solidnya tren beli saham Facebook, Pertama adalah jarak yang masih merenggang antara titik P-Sar dengan garis MA-Signal. Renggangnya jarak antara dua indikator penting semakin meyakinkan dan hingga kini masih belum muncul tanda-tanda untuk terjadinya kompresi.

Kedua, pola gerak candle yang dalam tiga hari sesi perdagangan terakhir  cukup berajarak dengan indikator garis MA-Signal. Lagi-lagi, ini adalah salah satu ciri khas dari kuatnya tren beli yang masih berlaku. Sementara terkait dengan indikator ADX yang  hingga kini masih berada di kisaran 18, sekedar menunggu waktu saja untuk segera melintas di atas kisaran psikologis pentingnya di 20. Saham Facebook, dengan demikian masih menatap cerah di beberapa hari ke depan, secerah senyum pendiri dan sekaligus pemiliknya Mark Zuckerberg.

Sementara masalah hukum masih membutuhkan waktu panjang,  gerak naik harga saham Facebook akan terus melaju hingga kisaran yang sulit diperkirakan.