Persiapan pertama hasil kajian yang dilakukan pengusul sudah dievaluasi melalui BPJT baik itu dari aspek teknis lewat Direktur Bebas Hambatan atau Direktur Jaringan. Di sisi lain, proyek ini secara legal juga sudah dikaji agar jangan sampai ada persoalan hukum.

RAPAT Koordinasi Pencanangan Tol North-South Link (NS Link) Bandung dan Pembangunan Infrastruktur di Jawa Barat berlangsung di Ruang Rapat Ditjen Bina Marga Lt 2 Kementerian PUPR Jakarta, Rabu (13/3/19). Hadir mewakili Pemprov Jabar, Sekda Jabar Iwa Karniwa.

Rapat tersebut belum menghasilkan keputusan apa-apa dan akan dilanjutkan Kamis (14 Maret) di Gedung Sate Kota Bandung dengan agenda pembahasan Rencana Revisi RTRW Provinsi dan Kota Bandung terkait North-South Link (NS Link) ini.

Sebelumnya, Sekda Jabar Iwa Karniwa memastikan pembangunan tol North-South Link (NS Link) tahap pertama Pasirkoja-Soekarno Hatta sudah matang dan menunggu perintah lanjutan dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Kepastian tersebut didapat setelah pihaknya menggelar rapat lanjutan bersama Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, PT Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ), BUMD PT Jasa Sarana dan Pemkot Bandung.

”Positif pembangunan jalan layang tol tahap pertama akan dilakukan, dimana rencana pembangunan Pasirkoja-Sukarno Hatta dimungkinkan dikerjakan,” katanya di Gedung Sate, Bandung, Selasa (12/3/19).

Sekda menambahkan konsorsium NS Link juga sudah melakukan penyiapan tempat rencana pembangunan tahap pertama. Kesiapan pembangunan selanjutnya dipastikan menunggu lampu hijau dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil. “Kita menunggu keputusan pimpinan, kami sebagai staf Pak Gubernur mempersiapkan segala sesuatunya. Jadi ketika diputuskan pimpinan kita sudah siap,” kata Sekda.

Menurutnya persiapan pertama hasil kajian yang dilakukan pengusul sudah dievaluasi melalui BPJT baik itu dari aspek teknis lewat Direktur Bebas Hambatan atau Direktur Jaringan. Di sisi lain, proyek ini secara legal juga sudah dikaji agar jangan sampai ada persoalan hukum.

“Sekarang sudah mendapatkan titik terang. Bahwa langkah yang dikerjakan yakni terusan Soreang-Pasirkoja sepanjang 3,8 kilometer ke Pasirkoja-Sukarno Hatta. Sedangakan pencanangannya sampai Pasupati sesuai kajian dan Cicaheum sesuai usulan Wali Kota Bandung,” kata dia.

Tol ini dipastikan akan sangat membantu Pemkot Bandung mengingat perkembangan jumlah jalan di Ibu Kota Jawa Barat tersebut hanya mencapai 0,001%. Dengan adanya tol ini maka menurut Iwa merupakan angin segar mengingat makin terbatasanya lahan saat ini.

“Ini jadi angin segar di mana menambah jalan elevated sepanjang hampir 14 km. Dan ini kemungkinan mengatasi kemacetan di Kota Bandung. Dan proyek ini bagian dari regional Jalan Tol Purbaleunyi. Dengan demikian tidak hanya NS Link semata tapi ini jalan berskala tol regional,” kata Sekda.[]