Hingga 2019, SPAM belum juga dioperasikan. Bahkan kondisinya kini memprihatinkan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bintan telah melaksanakan proyek optimalisasi Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) IKK Kecamatan Seri Kuala Lobam (SKL) pada 2018 lalu.

Proyek dengan kode RUP 18478703 itu menelan APBD 2018 sebesar Rp 412 juta. Spesifikasi pekerjaannya yaitu pengadaan pompa, mekanikal elektrikal, perpipaan serta perbaikan sarana dan prasarana.

Namun sampai 2019 ini SPAM tersebut tak kunjung dioperasikan. Bahkan dari pantauan di lapangan, kondisi rumah mesin pompa sangat memprihatinkan, pagar yang mengelilingi rumah mesin pompa itu juga sudah roboh seluruhnya dan tak ada aktivitas mesin pompa air.

Dilansir dari batamnews, suasana di lokasi sangat sepi, tidak ada satupun petugas maupun pekerja yang berada di sana. Hanya terlihat tiang listrik dan jaringan yang sudah terpasang serta tanda-tanda adanya aliran listrik yang siap dipergunakan.

Dari informasi warga Kelurahan Teluk Lobam, suplai air SPAM IKK SKL itu sudah terhenti sejak 2 tahun lalu. Bahkan sampai detik ini juga tidak ada air yang mengalir ke rumah-rumah warga.

"Gak ada air yang mengalir sampai rumah. Nih buktinya saya sudah buka kran pipa rumah tapi memang tidak ada airnya sama sekali," ujar Mamat, salah satu warga sambil menunjukan kran yang tak mengalir airnya.

Sejak selesai dibangun, SPAM IKK SKL ini hanya mampu bertahan untuk mengaliri air ke rumah-rumah warga selama setahun.

Lalu dua tahun kemudian tak ada penyuplaian air lagi. Namun 2018 lalu dikabarkan SPAM IKK SKL ini dapat suntikan dana dari Dinas PUPR ratusan juta rupiah untuk perbaikannya.

"Inilah yang sangat disayangkan. Sudah diperbaiki dengan menelan biaya besar tetapi belum jalan-jalan juga airnya. Padahal sekarang lagi kemarau panjang dan warga sangat berharap SPAM ini memenuhi keburuhan warga," katanya.

Sekcam SKL, Anton Hatta Wijaya mengaku belum mengetahui pasti penyebab SPAM IKK SKL itu belum dioperasikan sampai saat ini. "Kami akan cek dulu, SPAM-nya," ucapnya.