Ketika duduk di bangku SD Roni, sudah bekerja membantu orangtua dengan menjadi ojek payung dan tukang semir sepatu.

NAMA Ahmad Sahroni kini menjadi semacam magnet bagi para pembuat konten Youtube seperti Husein Nasimov atau Ria Ricis. Baru-baru ini, mereka mengajaknya berkolaborasi dan sukses menarik perhatian netizen. 

Sosok Ahmad Sahroni memang menarik disorot. Hidupnya bagai roller coaster. Lelaki 42 tahun putra seorang penjual nasi padang itu, kini dikenal sebagai kolektor sejumlah mobil mewah dan jam tangan berharga miliaran. Berlatar pengusaha, ia kini dikenal sebagai salah satu politisi dari Partai Nasdem. Pada pemilu 2014 lalu, ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari Partai Nasdem. 

Koleksi mobil mewah yang dimiliki Ahmad Sahroni memang bikin melongo. Lihat saja beberapa koleksi mobilnya, diantaranya McLaren seharga Rp10,5 miliar, Porsche 911 GT3 RS seharga Rp8 miliar, Ferrari F458 (Rp5 miliar), Ferrari F360 Sipder (Rp3 miliar), dan mobil listrik Tesla Model X senilai Rp2 miliar. 

Roni adalah seorang pengusaha transportasi sukses. Roni adalah pemilik dan Presiden Direktur dari PT. Ekasamudra Lima (perkapalan), PT. Ruwanda Satya Abadi dan PT. Sagacos Intec. Salah satu bidang usahanya adalah pengangkutan BBM.

Di organisasi, ia adalah Ketua Ferrari Owner’s Club Indonesia (FOCI)

Namun, Ahmad Sahroni juga tak lepas dari kontroversi. Pada Juni 2014, Roni diadukan oleh Himpunan Anti Mafia Subsidi BBM (Hamas BBM) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas tuduhan dugaan korupsi kuota subsidi BBM. 


Ahmad Sahroni bersama Ria Ricis 

Perjalanan Hidup 

Sukses yang diraih Ahmad Sahroni tak datang begitu saja. Ia adalah sosok pekerja keras. Sebelum menjadi kaya raya seperti sekarang, ia pernah bekerja sebagai tukang semir sepatu, ojek payung, sopir serta awak kapal pesiar di Amerika Serikat. Setelah itu, ia naik jabatan menjadi karyawan di perusahaan minyak dan memulai bisnis jual beli mobil sebelum menduduki jabatan sebagai wakil rakyat.

Lahir di Kebon Bawang, Tanjung Priok pada 8 Agustus 1977, Roni sudah terbiasa bekerja sejak kecil. 

Saat ayahnya berjualan nasi padang di wilayah pelabuhan Tanjung Priok, ketika duduk di bangku SD Roni, sudah bekerja membantu orangtua dengan menjadi ojek payung dan tukang semir sepatu.

Selain hidup pas-pasan, orangtua Roni juga bercerai. Ibunya yang berasal dari Pariaman, Sumatera Barat, menikah lagi. Roni pun memiliki adik tiri dari suami ibundanya, Heri Sutanto.

Masuk SMA, Roni sempat jadi ketua OSIS di sekolahnya yaitu SMA Baru Cilincing yang sekarang jadi SMAN 114.

Saat lulus SMA di tahun 1995, Roni tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang kuliah. Dia bekerja di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok.

Beberapa profesi kasar yang pernah dilakoni Roni adalah menjadi sopir, tukang cuci piring di dapur kapal pesiar, pelayan restoran, hingga jadi karyawan di perusahaan. 

Saat bekerja di Amerika, ia memakai visa TKI untuk bekerja di salah satu kapal pesiar di Florida. Namanya Selebriti cruise line.

”Model kerjanya itu kayak kuli di pelabuhan. Aktivitas di kapal pesiar itu 24 jam. Gak berhenti,”  katanya kepada Youtuber Husein Nasimov

Saat menjadi karyawan, dia gak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengetahui seluk beluk perusahaan tempat dia bekerja, sebelum akhirnya memberanikan diri untuk buka usaha. Kariernya di perusahaan itu pun cukup baik, dia akhirnya diangkat jadi kepala operasi sebelum duduk di kursi direktur. Perusahaan itu bernama PT Millenium Inti Sentosa. 

Pada 2004, Roni memutuskan keluar dari perusahaan itu. Bersama beberapa temannya dia membuat perusahaan sendiri tanpa memiliki kantor.

”Kebetulan di dekat kantor ada pohon besar, itu yang jadi kantor kita, nongkrong disitu, terima-terima telpon, transaksi dan lain-lain,” kata dia seperti dilansir Jawa Pos

Meski tidak lagi bekerja di PT Millenium Inti Sentosa, namun, beberapa klien besar tetap mencari Roni dan kawan-kawannya saat ingin membeli bahan bakar kapal. Dia harus benar-benar bekerja keras untuk mengelola dan mencari keutungan.

”Kalau ada yang minta berapa ribu ton (bahan bakar), saya iya-iyakan aja. Uangnya dari mana, ya minjem orang dulu,” katanya sambil tertawa. 

Pernah suatu ketika, Roni bertemu seorang pengusaha kapal dari Cirebon di lapangan golf. Tanpa tahu latar belakang Roni, bagaimana perusahaannya, pengusaha tersebut langsung meminta Roni mensuplai bahan bakar senilai Rp 1,9 miliar.

”Bayar cash dimuka. Padahal harusnya takutlah. Akhirnya bisa kita layani sampai akhirnya jadi klien tetap,” tukasnya. 

Namun bisnisnya juga tidak luput dari penipuan. Keputusan untuk bekerjasama dengan seorang pengusaha terkenal, justru membuatnya harus menganti uang Rp 550 juta. Padahal saat itu uangnya hanya sekitar Rp 80 juta. 

“Saya sampai nangis karena disuruh menandatangani surat utang Rp 550 juta. Setelah itu saya berdoa semoga diberi rezeki berlipat dari itu,” harapnya. 

Sebulan berselang, Roni mendapat banyak order memasok bahan bakar kapal. Ada saja pengusaha kapal yang datang untuk meminta suplai dalam jumlah yang sangat banyak. Dia akhirnya menyadari bahwa itu semua terjadi karena kepercayaan.

”Mereka bukan cari bos saya yang dulu, tapi cari saya,” ujarr mantan  Direktur Utama PT Ruwanda Satya Abadi ini. 


Ahmad Sahroni di depan mobil listrik Tesla seharga Rp2 miliar.


Empat Filosofi Sukses

Dalam sebuah wawancara di acara Hotman Paris Show, Ahmad Sahroni pernah mengungkapkan apa yang menurutnya sebagai kunci kesuksesan. 

Pertama, Roni menyakini bahwa berpikiran positif terhadap apapun adalah kunci sukses. Dengan begitu, energinya tidak tersedot ke hal-hal yang bersifat negatif. 

Kedua, menyeimbangkan antara usaha dan doa setiap harinya. Bahasa latinnya: Ora et labora. Berdoa sambil berusaha, kata orang Indonesia.  

Ketiga, jangan cepat menyerah dalam kondisi apapun. 

Terakhir, Roni berpesan, sayangilah ibu yang telah melahirkan kita. []